Minggu, 30 Desember 2007

ASRAMA KAMUU YANG TAK BERDAYA

Kondisi Asrama Serviam Kamuun yang terletak dibilangan Perumnas I waena yang dibangun secara swadaya Oleh pelajar Mahasiswa Lembah Kamuu bersama mansyarakat Distrik Kamuu Kabupaten Nabire ini cukup memprihatinkan . Selain kondisi bangunan yang dibangun dengan papan sisa soumill yang dipungut di bengkel kayu akibat pembangunan asrama yang mandeg sebab dana sekitar 100 juta yang dibantu oleh masyarakat Kamuu digelapkan . Maka terpaksa para penghuni yang rata-rarta pelajar mahasiswa menutup didinding dengan papan sisa soumell . Juga gara-gara belum terselesaaikan pembangunan asrama sebagian besar penghuni tidur di teras beralaskan terval , sementara kamar yang ada dibongkar untuk direhap namun mandeg sehingga terpaksa mereka pergi memungut kulit kayu Soumell di bengkel lalu menutup didinding yang cukup sekedaruntuk membaringkan diri .

Asrama Serviam Kamuu yang terletak dibilangan Perummnans I waena ini dibangun sejak tahun 1998 seccara swadaya oleh Masyarakat Distrik Kamuu Kabupaten dalam bentuk sebuah aula . Karena animo anak-anak belajar di Jayapura tinggi Lalu penghuni kiann melonjak sehingga tak alagi mampu menampung . Maka atas kesepaokatan orantua,masyarakat hendak membangun asrama berlantai dua, dari kesepatan itu, masyarakat selaku orangtua mengirim dana sebesar 47 juta ditambah dengan sumbangan dari guru-guru 23 juta, juga bantuan dari walikota Jayapura 20 juta, belum lagi sumbangan dari dari kabupaten . Dengan sumbangan dapat diseloesaikan . Namun hingga kini belum selesai sehingga penghuni menuding panitia pembangunan telah menggelapkan bahkan mereka mendesak segera rampungkan pembangunan gedung asrama sebab dibangun sejak 2005 .

Menurut Ketua Asrama ServiaM Kamuu Henok Auwe yang ditemui media ini ( 3/11) mengakui Karena belum ada penyelesaian pembangunan asrama dan penghuni setiap tahun meningkat , yang tidak dapat menumpang lagi maka terpakswa dipeleh dengan papan –papan sissa soumel . Sebenarnya sudah dapat dibangun sejak lama namun karena dana-dana yang sudah diterima digelapkan oleh panitia . Karena belum selesai terpaksa alas dengan terpal diteras . Banyak cara kami dekati lewat sejumlah kegiatan yang digelar oleh penghuni asrama tetapi itupun tidak dapat digubris . Hingga hari ini panitia pembangunan tidak lagi pernah datang diasranma , walapun kami undang lewat berbagai kegiartan, baik acara perpisahan, perkenalan, ataupun acara seminar dan lainnya , tetapi selama itu pula tidak pernah datang kiunjungi kami . Sebanyak 47 juta ditambah bantuan dana lainnya irtu ditangani dari Panitia pembangunan. Selama ini pula orangtua kami yang telah membantu dana selalu menanyakann sampai dimana openyelesaiabn pembangunan asarama , bahkan orangtua yang datang dari kampung , bila melihat kondisi asrrama seperti ini mereka menangis baru pulang . Tapi itu kenyataan yang kami terima saat ini sebab belum ada penyelesaain ” banyak orangtua kami yang datang ke sini selalu kecewa, bahkan menangis disini baru pulang setelah melihat keadaan kami sebab kondisi kami tidur diatas terval . banyak pula orangtua dari kampung yang datang kesini kecewa ,sebab mereka tahu saja bahwa bantuan dana pembangunan asrama telah disalurkan lewat panitia pembangunan tetapi kekecewaan yang dibawa pulang . Sebelum adanya penggelapan dana pembangunan ini , pernah rapat dan minta pertanggungjawaban penggunaan dana tetapi itupun tidak mempan banhkan hingga saat ini panitia tidak lagi datang ke asrama . Sempat berharap pula bahwa asrama harus selesai sebab kami tahu dana sekitar 80 juta ada tapi panitia bilang dana habis . Hanya gara-gara terlantarnya pemnangunan asrama hubungan antara penghuni , panitia yang juga kepala keluarga kami renggang . Hubnugan renggang gara –gara itu gara –gara belum ada penyelesaian pembanmgunan ” Auwe Menyoal makan minum , Auwe mengaku tidak pernah mendapat bantuan bahan makanan selama ini . ” Asrama kami rtidak pernah mendapat bantuan bama sedangkan asrama lain dapat bantuan bama, tetapi itu kami upayakan sendiri .

Sementara itu menurut Ketua Panitia Pembangunan yang juga Kepala Keluarga Kamuu , Kundradus Agapa, A.Md.Pd yang dihubungi media ini mengatakan soal pengelolaan keuangan bertemu gdemngan bendahara sebab semua pengelolaan keuangan ada di bendahara . Belum lama ini sempat mendekati penghuni termasuk keluaga Kamuu tetapi mereka menuding saya gelapkan uang maka sya lepas tangan dan untuk itu hubungi bendahara mengangkut penggunaan dana . ” Saya tidak bertanggung jawab atas pengelolaan dana pembangunan asrama sebab tidak mengetahui persis kondisi keuangan kami. Karena itu ade hubungi bendahara ” urai agapa ( 03/11)
Lantas ketika ditemui media ini , markus gane bendahara pembangunan asrama kamuu, mengatakan dana yang dikirim dari kampung menjadi sumber pembangunan adalah hasil swadaya masyarakat kamuu dan sumbangan para guru-guru sd yang ada di kampung . sementara dana dari sumber lain hingga belum ada walaupun telah melakukan upaya penjaringan dana . pembangunan asrama dapat saja dilakukan namun dana menjadi kendala . dimana saat ini panitia berada pada posisi dilematis dimana sisa dana yang apakah bayar untuk ongkos kerja tukang yang masih utang 25 juta atau membeli membeli material bangunan untuk melanjutkan . kalau dahulukan bayar ongkos kerja tukang maka kelanjutan pembangunan berhenti sampai disitu tetapi kalau didahulukan untuk membeli bahan bangunan maka ongkos kerja tukkang masih menjadi tanggunangan panitia sementara dana yang ada hanya 25 juta sehingga panitia berada pada serba salah .” mau lanjutkan ppembangunan , dana yang ada 25 juta saja sehingga satu harus ditinggalkan entah ongkos kerja tukang atau belanja meterial, sebab dana yang ada hanya sekitar itu . selama ini berkembang banyak isu bahwa atas nama
pembangunan asrama menjaring dana namun hingga saat ini belum terima hingga kini . saya selaku pemegang dana pembangunan belum terima bantuan dana dari pihak manapun . sumber dana satu-satunya yang digunakan selama ini adalah sumbangan sswadaya dari masyarakart kampung dan guru-guru sd yang ada di lembah kamuu kabupaten nabire. selain dari itu panitia belum pernnah menerima bantuan apapun dari manapun . kemudian untuk sementara ini pembangunan asrama asrama tidak dilanjutkan sebab dana yang ada tidak mencukupii , baik untuk belkanja material , juga ongkos kerja tukang yang diminta 25 juta serta membiayai kebutuhan lainnya, apalagi pembanguanan asarama yang ukurannya 14x 16 meter sehingga memakan biaya yang tidak . pelajar dan mahasiswa ttermasuk ikatan kerluarga kamuu sendiri menganggap bahkan menuding kami menyelewengkan dana padahal perhitungan kami dana ada saat ini tidak cukup membbiayai keseluruhannnya . maka untuk sementara ini kami berhenti melanjutkan pembangunan sambil menunggu sumbangan yang pihak luar yang masuk baik secara perseorangan maupun kelompok , entah pemerintah mapun swasta . ada isu berkembang ada sumbangna yang masuk namun itupun hingga saat ini saya belum terima.

paadahal banyak cerita yang dikembangan dikalangan kita ada sumbangan dari ini , itu namun kenyaaataan nya sebagai bendahara belkum pernah menerima sumbangan-sumbangan itu . sengaja dibiarkan kelanjutan pembangunan ini sambil mengikuti perkembangan dewasa ini dimana atas nama pembangunan asarama menjaring disana-sini . kalau sampai akhir tahun ini tidak ada pihak yang membantu dana maka akan dilakukan evaluasi pembangunan ini ” urai gane kjepada suara perempaun (8/11).
selama ini banyak isu berkembang adanya bantauan dana secara individual ,namun hingga saat ini belum jatuh ditangan bendahara. ” walikota jayapura memberikan bantuan 10 juta namun dikasih lewat anaka-anak asrama . laporan penggunaan belum ada ,terus sumber lain, dorang
m.r. kambu membantu tetapi lewat penghuni langsung , laporan penggunaan hingga hari ini belum ada . terus sumber lain secara individual ada cuma sebatas cerita belum ada bukti pemberian bantuan . dalam rangka penjaringan dana ,segala urusan administrasi yang selama ini saya pegang tapi selama menjaring ddana itu tidak ada yang datang minta mengurus dana . namun mencari dana secara individual, menjaring dana demi kepentingan pribadi . walapun demikian belum ada bantuan satupun yang masuk ke kas kami . kami tunggu isu yang berkembang ada bantuan –abantuan tetapi belum ada realitas maka akhir tahun ini kami akan habiskan dana yang ada . pejabat dari kamuu yang ada di jayapura saja tidak ada sumbangan hanya tau bicara .malahan dengan atas nama pembangunan asrama orang benar-benar memanfaatkan kans ini untuk mendapatkan dana ”terang gane .

asrama serviam kamuu , selain tempat tinggal satu-satunya bagi pelajar dan mahasiswa kamuu kab. nabire yang belajar di jayapura , juga pusat kegiatan pelajar, mahasiswa, kerukunana keluarga kamuu yang berdomisili di jayapura, baik acara perekenalan, seminar, peretemuan , acara syukuran wisuda, dan kegiatan lainnya , namun dalam proses penyelesaian pembangunan asrama tak ada satupun orangtua di jayapouyra yang peduli.bahkan banyak lontaran tak mengenangkan sering dialanmatkan kepada panitia , ketika menjaring dana . ” masyarakat kamuu selalu rajin melaksanakan banyak kegiatan tapi tidak ada perasaan memiliki atas asrama ini bahwa keadaan asrama dalam kondisi telanjang . sejumlah hal dilakukan meyakinkan kerabat kamuu dipandang kasat mata . lallu siapa yang peduli ?. banyak orangtua dari kamuu yang menandaskan anak-/anak kami pulang pergi sekolah dari rumah orangtua jadi minta dana pembangunan kepada masyarakat di kamuu. tetapi uang yang dibantu dari masyarakat sangat kurang sebab kita bangun asrama dengan ukuran 14x16 meter .lalu itu 2 lantai yang membutuhkan dana yang cukup besar . mulai dari pembangunan awal hingga kini ditraktir 60 juta telah terkuras selain bantuan material yang diberikan secara perseorangan ” tandas markus .

selama ini, anak-anak pelajar dan mahasiswa kamuu mengeluh itu wajar, hanya jangan omong yang tidak betul karena tidak tahu opersoalan sebab bagi oirang lain menjengkelkan . anak-anak sendiri sudah merasakan dan mengalami sendiri bagaimana orang bangun sebuah rumah dengan mengelola 10 juta melanjutkan pembangunan asrama .oranmg mernganggap dana sumbangann ,masyarakat yang dikirim itu cukup padahal membutuhkan biaya sangat besar . semua dana yang saya dapat ada catatan yang akan dibawa saat evaluasi akhir tahun ini . kalau sama sekali tidak ada sumbangan dari luar maka yang ada sekitar 25 jutaan yang ada saat ini kita akan habiskan entah bayar ongkos kerja tukang atau belanja habis material bangunan . lalu siapa yang akan bayar ongkos kerja kalau belanja material bangunan dan sebaliknya . masalah pokok yang panitia hadapi saat ini kalau kita bayar utang ongkos kerja tukang atau beli material semua . lallu ongkos kerja tukang tetap akan jadi utang pada panitia kalau beli material bangunan . disinilah menjadi sebuah dilematis sebab kami tidak ada bantuan dana penmyelesaian pembangunan asarama ” urai gane. emanuel goo

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda