Minggu, 30 Desember 2007

Kabupaten Dogiyai Lahir Akan Susul IJT

sejak Tanggal 6 Desember lalu Kabupaten Dogiyai sebagai salah satu Kabupaten pemekaran dari Kabupaten Nabire ,melalui rapat paripurna DRP RI di Jakarta.Maka pada Selasa (11/12) masyarakat Kabupaten Nabire menyambut kehadiran tim Pemekaran Kabupaten Dogiyai yang di pimpin lansung oleh Bupati Nabire Drs Anselmus.Petrus.Youw di Bandara Udara Nabir dengan tarian adat .
Kepada wartawan Bupati Nabire Drs A.P.Youw mengatakan, Kabupaten Dogiyai merupakan cucu kandung dari ibu kota Kabupaten Nabire ,setelah tahun 1996 lalu pemekaran Kabupaten Paniai dan Puncak Jaya yang merupakan anak kandung dari kabupaten Nabire.
Dengan hadirnya cucu Kabupaten Dogiyai di harapkan mampu menampung Sumber Daya Manusia (SDM) orang Papua ,dengan demikian orang Papua akan menjadi tuan di negeri sendiri.
“SDM telah kita cetak dan tidak mungkin satu Kabupaten mampu menampun semua SDM orang Papua yang ada,sehingga saya pikir harus ada pemekaran lagi untuk menampung semua “.
Untuk itu kepada Bupati atau pimpinan daerah yang ada nanti di Kabupaten Dogiyai,tinggal menggunakan atau memakai SDM yang telah ada ,dengan harapan tidak ada perbedaan terhadap semua SDM yang ada.
Sebagai Bupati Kabupaten Nabire ,”saya telah menyiapkan SDM dan kini Kabupaten telah juga di siapkan,tinggal kita siapkan atau aktifkan kembali Provinsi Papua Tengah”.
Sementara terkait karakteker Kabupaten Dogiyai,kata A.P.Youw, hingga kini sebagai Kabupaten induk masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Menteri Dalam Negeri(Mendagri) terkait karakteker yang di maksud.
Dan untuk karakteker Bupati Kabupaten Dogiyai , di harapkan dalam waktu dekat setelah ada petunjuk dan Bupati Kabupaten induk mengusulkan dua nama kepada Presiden untuk di tetapkan sebagai Karateker Bupati Dogiyai.
Dan Kabupaten Dogiyai yang kini telah resmi menjadi Kabupaten ,maka Kabupaten Dogiyai merupakan cucu kandung dari Kabupaten Nabire yang di harapkan mampu menampung SDM semua anak –anak di daerah ini.
Soal letak ibu kota Kabupaten Dogiyai kelak nanti ,menurut Bupati Youw ,semuanya tergantung masyarakat Mapia dan Kamuu,sehingga semuanya di kembalikan kepada keinginan rakyat setempat.

lebih jauh dikatakan selama kurung waktu 2 tahun lama kita bekerja untuk merebut Kabupaten Dogiyai,maka sudah tentuh kita korbankan waktu ,tenaga dan uang.
Dalam perjuangan merebut Kabupaten Dogiyai kepada Pemerintah Pusat di Jakarta,selama dua tahun itu,ada sejumlah isu yang berkembang di masyarakat bahwa,belum saatnya Kabupaten Dogiyai di Mekarkan atau di restui pemerintah pusat.
Dan Kahadiran Kabupaten Dogiyai yang telah di restui pemerintah pusat melalui sidang DPR pada 6 Desember lalu ,merupakan hadiah Natal Tahun 2007 bagi masyarakat Kabupaten Nabire dan Dogiyai.
“Setelah Kabupaten Dogiyai di restui Pemerintah pusat sebagai hadiah Natal ,kata A.P Youw, kini saatnya lagi untuk kita masyarakat Papua tengah (PT) kembali dan menanyakan pengaktifan kembali Provinsi Papua “.
Pemerintah pusat perna mendirikan Privinsi Papua Tengah,namun tiba-tiba anak itu hilang,”sehingga kini kita kembali tanyakan dan cari hilangnya anak itu dan kini anak itu berada di mana,tegas Youw yang di sambut tepuk tangan dari masyarakat.
Selaku orang tua yang perna melahirkan anak itu(Papua Tengah red-) ,kini sedang mencari keberadaan anaknya yang perna di lahirkan itu,dengan demikian perlu adanya dukungan masyarakat.
Dan kehadiran Provinsi Papua Tengah yang yang kini sedang di kejar untuk di aktifkan kembali oleh masyarakat Papua Tengah,bukan untuk kepentingan siap-siapa atau oknum tertentu,tetapi untuk kepentingan rakyat.
Dan perjuangan selama kurung waktu dua tahun pemekarang Kabupaten Dogiyai telah berakhir dengan hasil yang mengembirakan,sehingga Pemerintah pusat katakan Dogiyai merupakan hadiah Natal bagi masyarakat Nabire dan Dogiyai.
Pemekaran kabupaten Dogiyai akan membuka peluang bagi orang Papua terutama masyarakat Kamu Mapia yang selama ini merasa dilupakan oleh pemerintah kabupaten Nabire dan terutama oleh pemerintah Indonesia, dengan tujuan memperpendek rentang kendali jangkauan pemerintah kabupaten Nabire kepada masyarakat yang bermukim dipelosok pedalaman dan hidupnya terpuruk dalam keterbelakangan.

Selain membuka peluang Dogiyia juga akan menjawab ketertinggalan pembangunan di wilayah II pembangunan di daerah tersebut. “ Untuk itulah saya berjuang dan berupaya memekarkan kabupaten Dogiyai “
Pembangunan selama pemerintahannya ( A.P.Youw) kedua wilayah tersebut merasa dilupakan. Sebenarnya bukan dilipakan akan tetapi hanya karena medan yang sulit dijangjau oleh pemerintah.

Karenanya ujar bupati pemerintah telah berupaya memperpendek rentang kendali pemerintah dengan memekarkan kampung-kampung disusul dengan pemekaran distrik dan serta untuk membangunan sekian kampung dan Distrik didaerah itu pemerintah kabupaten Nabire telah berusaha memekarkan kabupaten Dogiyai.

Dia mengatakan, dalam alur perjuangan pembentukan daerah otonomi ( kabupaten) baru sejak 2005 dirinya dihadapkan pada berbagai persoalan yang berujung pada penolakkan. “Namun saya eksis pada pemekaaran sebab jika tidak dimekarkan kabupaten generasi muda tidak akan mendapatkan peluang guna bersaing dengan daerah-daerah lain di Indonesia umumnya dan khususnya di Papua,”tuturnya.

Karena itu tandasnya, semua komponen yang telah bertolak belakang dengan pemekaran Dogiyai sebaiknya merapatkan barisan untuk mempersiapkan diri guna membangun kabupaten baru yang akan di operasionalkan pada tahun 2008 mendatang. Seraya menambahkan, dengan penambahan pemekaran Dogiyai dan Puncak di Puncak Jaya maka kini Nabire telah memiliki cucuk dari kabupaten induk. Dengan demikian kabupaten Nabire siap menjadi Provinsi Papua Tengah.


Dambaan masyarakat wilayah pedalaman Kabupaten Nabire, khususnya masyarakat Lembah Kamu dan Mapia agar segera adanya Pemekaran Kabupaten Dogiyai kini telah menjadi kenyataan melalui sidang DPR RI di Jakarta pada Tanggal 6 Desember 2007. Untuk itu, pemerintah Kabupaten Nabire (kabupaten induk) bersama kalangan intelek bersama berbagai komponen masyarakat KamuU dan Mapia harus bergandengan tangan guna menata Kabupaten Dogiyai.
“Apa yang diharapkan berbagai komponen masyarakat yakni pemekaran Kabupaten Dogiyai kini telah menjadi kenyataan. Dengan demikian, tidak ada kata lain selain kita bergandengan tangan guna menjadikan Dogiyai bagaikan perempuan cantik. Yang menjadi pertanyaannya adalah Can We Maintenan This Country Like The Dogiyai Beauty Girls ? (Mampukah Kita Menata Dogiyai Bagaikan Perempuan cantik?),” Demikian seperti yang diungkapkan secara spontanitas salah seorang pejuang pemekaran Kabupaten Dogiyai, Apapa Clara Gobay, ketika media ini meminta komentarnya soal pemekaran Dogiyai Senin (11/12) kemarin di Nabire.
Dikatakan Apapa Clara Gobai yang juga adalah Pimpinan Partai PAN di Kabupaten Nabire ini, komponen-komponen masyarakat yang ada perlu bersatu guna menata Kabupaten Dogiyai sejak awal proses.Apalagi, Kabupaten Dogiyai merupakan salah satu daerah yang sulit untuk dijangkau, sehingga dengan adanya pemekaran kabupaten ini tentunya memperpendek jangkauan kerja pemerintah guna membuka isolasi sekalgus mendekatkan pembangunan kepada masyarakat. “Untuk itu, kita harus mendukung keberadaan kabupaten Dogiyai agar selanjutnya dapat mengejar ketertinggalan pembangunan. Ingat, kehadiran kabupaten Dogiyai jangan dijadiukan sebagai sorotan publik.,”paparnya sembari mengatakan, perjuangan pemekara kabupaten Dogiyai bukan untuk kepentingan pemerintah kabupaten dan tim sukses, akan tetapi perjuangan pemekaran kabupaten Dogiyai demi kepentingan pembangunan dan masyarakat.


Emanuel goo nabire

KOMISI E DRP PROPINSI PAPUA BUKA PERLOMBAAN, SAMBUT HARI NATAL
KARANG TARARUNA ” LUKAS PATTI GOBAY ”


Menyambut perayaan Natal 2007 Karang Taruna “Patti Gobay” menggelar sejumlah kegiatan diantaranya; Volly Ball Putra/putri, Sepak Takrau, dan pertandingan lainnya. Senin 19 Nov. 2007 dihalaman SD Neg. II Karang Tumaritis telah resmi dibuka kegiatan olah raga yang diselenggarakan oleh Karang Taruna “Lukas Patti Gobay” yang melibatkan sembilan Keluarahan di Distrik Nabire Kota. Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Ibu Yosephina Pigai, S.Sos. Sekretaris Komisi E DPR Provinsi Papua.
Dalam arahannya ibu Yosephina mengawali dengan maksud dan tujuan kedatangannya, yaitu kehadirannya merupakan rasa kepedulian terhadap sumber daya Pemuda dan pemudi, karena Pemuda/i sebagi generasa penerus gereja dan bangsa perlu dibina dan dibekali secara serius oleh Gereja dan bangsa, karena kekuatan suatu bangsa ada di pundak generasi muda. Sehingga kehadiran wadah-wada seperti; karang taruna ini harus difungsikan/manfaatkan sebagai tempat pembinaan yang solid. Ibu yang murah senyum dengan siapa saja ini, dirinya juga menambahkan bahwa hendaknya kegitan tersebut juga dapat menumbuh kembangkan minat, bakat, dan talenta yang ada dalam diri pemuda dan pemudi. Dan kegiatan ini diharapkan dapat menjalin dan mepererat tali persaudaraan di antara pemuda/I di sembilan Kelurahan yang ada di distrik Nabire Kota, dan ia mengharapkan kegiatan ini harus berjalan dengan aman, tertib dan terkendali hingga kegiatan berakhir. Ia pun menerangkan akan makna natal kepada kita semua khususnya kaum muda-mudi agar betul-betul dapat memaknai nilai-nilai suci Kelahiran Yesus Kristus Sang Juru Selamat Dunia, dan menjadikan nilai-nilai itu terpatri dalam kehidupan nyata. Pertemuan pertama yang dilakukan pada hari minggu yang dihadiri oleh beberapa lurah, kepala kampung, dan sejumlah anggota Karang Taruna, disela-sela itu sebagai seorang Ibu, menyerahkan bantuan berupa 3 set Bola Volly, 2 set Sepak Takrau, dan 8 buah tropi serta kaos dan topi untuk Panitia Natal, Kepala kampung dan Kelurahan masing-masing 25 buah.
Kepala Kelurahan karang Tumaritis mewakili kelurahan-kelurahan yang ada mengucapkan terima kasi atas kedatang ibu Yosephina Pigay, yang dapat meluangkan waktu bersama kami dalam mengawali semua kegiatan panitia Natal. Pada kesempatan itu juga disampaikan oleh ketua Karang Taruna “Lukas Patti Gobay” Yance Rumpumbo, S.Sos. Merasa bangga karena ada orang jauh yang mau peduli tentang kita di kelurahan Karang Tumaritis Nabire dirinya selaku ketua karang taruna tidak dapat membelas apa-apa tetapi Tuhanlah yang akan membalas budi baik ibu. Dalam waktu yang bersamaan juga di katakana oleh Ketua Panitia Natal Karang Taruna yang dalam hal ini sebagai penyelenggara menyampaikan terima kasih yang sedalam – dalamnya atas dukungan moril; juga menambah semangat pemuda dan pemudi di kelurahan karang tumaritis karena Ibu langsung mengadiri kegiatan kami. meskipun harus menghirup abu jalanan dan berjemur panas Nabire
Kemudian dilanjutkan dengan pawai kompoi keliling kota dalam kegitan tersebut turut hadir juga beberapa Kepala Kelurahan dan Kepala Kampung di wilayah Distrik Nabire pawai tersebut star dari Depan kantor Kelurahan Karang Tumaritis, menuju pantai MAF, menuju Kelurahan Siriwini, dan kembali ke Oyehe masuk jalan merdeka dan masuk di jalan Drs. A. Gobay hingga finis di depan Kantor Kelurahan Karang Tumaritis.
Wellcome dogiyai,Welcome Penderitaan
Emanuel paulus G Goo
"welcome Dogiyai". Begitulah bunyi berita utama yang dilansir media ini kemarin pagi . Semua masyarakat yang mendukung dan juga selama ini turut berjuang bernapas lega , sebab v selama ini menjadi dambaan dan harapan dalam waktu dekat ini akan terwujud . nbmun pada kelompok yang kontra dengan pemekaran dogiyai ini akan mengelus dada dan akan mengalah .
Sejak rencana pengesahan di lansir beberapa hari lalu , di mana dua tiga orang berkumpul atas nama orang dogiyai, maka yang pasti tema pembicaraan mereka adalah soal kabuapten dogiyai sebagai kabupaten baru. Tema seperti ini berserakan di semua tempat, di kebun , di gang kampung, di kuburan, diwarung bahkan pada acacara duka sekalipun. Maklum, hari-hari ini merupakan hari paling indah dan paling bersejarah dan mungkin paling romantis buat orang dogiyai , terutama setelah pemerintah melalui DPR RImemberikan kedaulatan sekaligus kekuatan yuridis kepada dogiyai untuk mengurusi dan mengatur sendiri daerahnya. Karena itu angka o6/12/07 atau angka 06 (tanggal) per 12 (bulan desember ) per 07 (tahun) merupakan angka keramat yang ditulis dalam album sejarah bangsa dan lebih terang lagi ditulis dalam album sejarah Kabupaten dogiyai .

Karena itu, paitua Gagabi dan maituanya Duaida Maga yang biasanya duduk santai di halaman kampung ugapuga pada setiap menjelang senja sambil menonton anak-anak mereka yang berlari kecil melintas gang kampung, menerobos sepi, ia menorehkan jarinya di tanah menghitung harga kopi,babi dan kacang , kini asyik menorehkan jarinya menghitung siapa menjadi apa (siapa menjadi bupati, siapa menjadi wakil bupati, siapa menjadi kepala dinas anu, siapa menjadi kepala dinas, ano, siapa menjadi kepala dinas ane), sampai-sampai jari telunjuknya telanjur masuk ke lubang celana Gagabi tetangganya yang juga asyik mengikuti pergerakan jari maitua Duaida maga
Nah, jika eforia dan prosesi mencintai tanah air orang dogiayai didorong oleh ambisi siapa menjadi apa, bukan siapa melakukan apa, untuk siapa, maka deklarasi Selamat Datang dogiyai dengan selamat datang kesedihan. Sebab, dogiyai hanya sebuah panggung pertarungan para pendamba jabatan dan para perindu kekuasaan. Dan biasanya pertarungan seperti itu selalu membangkrutkan rakyat, baik secara ekonomis maupun secara psikologis. Dengan kata lain, kalau kasus pemekaran dogiayai dan daerah otonom baru lainnya tak ada yang tipikal, tak ada sesuatu yang distingtif dengan pemekaran kabupaten di daerah lain, maka pengalaman pembangunan, pengalaman korupsi dan pengalaman penderitaan rakyat kurang lebih sama. Dengan demikian,dogiyai hanya dataran baru untuk mengkavling jabatan buat kalangan atas dan terjadi pemerataan kemelaratan di kalangan bawah. Jika itu yang terjadi, apa perlunya pemekaran? Bukankah pemekaran itu sekadar mengutip istilah orang seberang hanya membuat rakyat menderita berlipat ganda.
Kita bisa bayangkan, jauh sebelum dikukuhkan sebagai kabupaten, persiapan perpecahan sosial meleleh di mana-mana, proses segmentasi masyarakat kian merona di mana-mana, dan rivalitas suku mulai bersemi di mana-mana, mengerutkan hubungan berdasarkan afiliasi tokoh tertentu yang dianggap representatif untuk menjadi siapa di Dogiyai . Istilah aki ibo ani ibo (kamu adalah kamu) atau dalam kategori sosilogis outgroup dan ingroup berserakan pada setiap kampung. Kini orang di dogiyai tidak lagi sekadar menikmati kopi pahit dan ubi bakar membunuh keletihan di senja hari, tetapi menikmati pahitnya perpecahan karena perangai politik yang lebih bersifat praharadan seakan berusaha membubarkan kesunyian humanistik dan lingkungan parokial pedesaan.
Dalam mitologi orang dogiyai , gaya politik yang mementingkan jabatan dan kekuasaan dapat diparalelkan perilaku politik yang bermental kejar jabatan terkenal karena badannya bagai raksasa tambun, berbulu , legam sekujur tubuh dan bermukim di lembah, perbukitan untuk mengintai ke seluruh mata angin, dan kemudian memangsai semua makhluk, rakus dan selalu berkata bangkus, yang berarti "berikan semua itu kepadaku". Aransemen politik aweta ko enatanitada adalah mental cargo keinginan untuk mendatangkan barang yang berlimpah.
Jika pemimpin berperilaku bermental cargo, maka tidaklah cukup sayur-sayuran , kacang tanah, kentang dan kopi orang lembah kamu , mapia untuk menghidupinya. Dan jadilah dogiyai sebagai sumber eksploitasi dan keadaannya semakin memperlihatkan terlalu miskin hingga menggapai tongkat kayu untuk membantu membangunkannya dari kemiskinan sangat sulit. Jika demikian, tidak ada kegembiraan, tak ada bulan merona atas datangnya Kabupaten dogiyai , selain pemerataan kemiskinan, pemerataan perpecahan, pemerataan jabatan. Inilah pasir-pasir yang membangun tugu kesedihan atas nama kabupaten dogiyai itu.
Ia (dogiayi ) mungkin saja tampil memelas karena paduan keindahan alaminya dan ukiran rakyat pada kulit bumi. Meski terkadang keindahan justeru menghadirkan kesedihan. Matahari petang menggoreskan warna kuning di ubun gunung-gemunung, aroma bunga kopi yang membuka labirin kehidupan petani, petak-petak kebun yang menempel pada dinding tebing bagai lukisan realistik tentang koneksi kosmos dengan dunia sini. Terkadang ada orang di ujung kebun membajak dengan berkali-kali memutar , ada juga burung terbang menjemput senja, sekaligus menutup album lukisan di hari itu. Dan sebentar lagi bulan setengah bulat mengintip dari pepohonan cengkeh seolah memperlihatkan mujizat alam yang makmur. Tetapi semua tidak cukup buat para penjabat bupati dan jajarannya yang selalu berkata bangkus (berikan semua itu kepadaku). Tetapi, dogiyai harus bangkit merenda hari depan dengan kekuatan kesadaran historis yang begitu lama diposisikan sebagai inverior, lantas meratapi nasib di balik tembok politik yang dibangun nabire . Saatnya dogiyai mengolah ratapan menjadi ambisi sehingga dapat mengubah keadaan dan keadaan harus diubah.
* Penulis adalah koresponden suara perepuan papua

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda